Sabtu, 01 November 2014

Sejarah Amerika

Suku Indian di Bolivia

Sejarah dan geografi Bolivia
Bolivia merupakan kawasan negara yang terletak di Amerika Selatan atau yang dikenal dengan sebutan Amerika Latin. Bolivia merupakan negara yang berbatasan dengan negara Peru dan Chili di sebelah Barat, Argentina dan Paraguay di sebelah Selatan dan negara Brazil disebelah utara dan Timur. Menurut Anneahira, dibandingkan dengan negara-negara lain di Amerika Selatan negara Bolivia bisa dikatakan terpencil dan tertinggi. Bi bagian barat Bolivia ada di jajaran Pengunungan Andes dan ada pula bagian Bolivia yang sangat datar serta bagian negeri yang hampir mendekati laut. Pegunungan tertinggi di Bolivia disebut Nevado Del Sajama dan di situlah kota Oruro. Selain sebagian negara Bolivia yang berupa dataran tinggi dan rendah, ada pula negara bagian Bolivia yang ditutupi oleh hutan hujan Amazon, dan danau besar yaitu Danau Titicaca.
Sejerah Bolivia dimulai dengan dihuninya negara Bolivia oleh penduduk Indian sekitar 600 SM ,yaitu adanya imperium Tiahuanacan. Namun imperium Tiahunacan, seperti halnya dengan suku Maya telah runtuh dan menghilang secara tiba-tiba. Dengan runtuhnya imperium Tiahunacan, muncul etnis-etnis besar di daerah sekitar Pegunungan Andes. Kelompok etnis besar tersebut adalah Aymara, Quechua, Chiquitano, Guarani, dan Inca. Suku Inca merupakan suku yang kuat dan wilayah kekuasaannya sampai ke Ekuador, Bolivia, Argentina dan Chili.
a.       Suku Aymara
Tiahuanacan merupakan pusat perdagangan dan agama, dan dampak budaya yang tersebar luas melampaui batas-batas Bolivia saat ini. Runtuhnya imperium Tiahuanacan tidak diketahui, namun dengan keruntuhan pengaruh Tiahuanacan mengakibatkan munculnya kerajaan Aymara yaitu etnis paling kuat yang terletak di daerah padat penduduk sekitar Danau Titicaca. Aymara, terdiri dari etnis yang kejam dan buas. Mereka tinggal di kota-kota berbenteng di puncak bukit, memiliki kemampuan luar biasa untuk beradaptasi dengan kondisi iklim yang unik di wilayah ini dan mereka meningkatkan suplai makanan melalui irigasi serta proses pembekuan dan pengeringan tanaman. Aymara mendominasi Uru, yang merupakan kelompok etnis terbesar di Andes selatan
b.      Suku quechua

Sumber



Minggu, 27 Juli 2014

suku Maya



Sejarah Maya
Tiga periode utama
Praklasik: Sekitar 1500 SM-250 M
Bangsa Maya berasal dari pedesaan didataran rendah Mesoameria, lalu menyebar ke seluruh Yucatan. Pada 1000 SM. Mereka mengubur jenazah disertai dengan tembikar dan perhiasan. Orang-orang Maya awal berada dalam pengaruh bangsa Olmec dari pantai teluk Mexico, yang mungkin mempengaruhi gagasan Maya akan konsep kerajaan. Pada akhir periode praklasik, raja-raja Maya dikubur dimakan yang teratur dan penuh dengan artefak. Bangsa Maya mengembangkan sistem tulisan dengan menggunakan glif pada 300 SM. Pada akhir periode praklasik, kota-kota besar didataran rendah seperti El Mirador dan Tikal dibangun.
Klasik: Sekitar 250-900 M
Periode klsik terkadsng dibagi menjadi klasik awal dan klasik akhir pada sekitar 600 M. Masyarakat Maya membuat pengkhususan pekerjaan dengan adanya para petani, perajin, dan pedagang, dan dinasti kuat yang mendominasi kota-kota seperti Tikal, Copan, dan Palenque. Perdagangan antarkota sudah umum, tetapi begitu pula peperangan. Beberapa kelompok maya mungkin berada dibawah pengaruh Teotihiuacan di Mexico tengah. Pada awal abad ke-9, nampaknya terjadi keruntuhan politik pada kota-kota utama didataran rendah. Pada akhir abad tersebud kota-kota itu ditinggalkan.
Pascaklasik: Sekitar 900-1500 M
Pusat kebudayaan Maya pindah ke Yucatan di utara. Disana gaya klasik terus dipakai oleh kota-kota dataran tinggi seperti Uxmal dan Kabah. Chichen (atau Chichen Itza) adalah kota yang dominan pada abad-abad sekitar tahun 1000 M, dan merefleksikan pengaruh Toltec dari Mexico tengah. Dominasi Chichen lalu digantikan oleh Mayapan sebelum kehancurannya pada 1441. Peradaban Maya bertahan bahkan setelah kedatangan bangsa Spanyol di Yucatan pada 1528, tetapi tidak lagi memiliki kesatuan politik atau kekuatan yang sebanding dengan pecapaian mereka dimasa lalu.



Unsur-unsur kebudayaan Maya Kuno
Sistem Religi
Lebih dari 7 juta keturunan maya hidup di dataran tinggi bagian selatan dari Mexico dan Guetamala, Belize, Semenajung Yukatan, dan bagian barat El Savador dan Honduras. Di kehidupan ini mereka menggabungkan upacara adat kuno dengan ibadah agama katolik roma. Mereka mengunjungi reruntuhan kota leluhur mereka dan mendaki piramid-piramid untuk piknik atau mengadakan perayaan.
Bangsa Maya percaya bahwa leluhur mereka masih merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari. Sehingga mereka hidup di tenggah-tenggah reruntuhan didalam hutan, merayakan upacara di gedung-gedung kuno, bahkan makan makanan yabg sama dengan leluhur mereka. Didalam upacara adat suku maya, raja-raja memasukkan upacara kurban yang tak biasa: raja-raja melukai diri mereka sendiri utuk mempersembahkan darah mereka kepada dewa.
Berdasarkan mural di San Bartolo, memunjukkan bahwa sejak abad pertama SM bangsa maya sudah memiliki gagasan yang jelas mengenai sistem kepercayaan. Sistem kepercayaan tersebut berupa menyembah terhadap dewa-dewa.
Di Honduras barat, ditemukan kerangka manusia pada suatu pemakaman Maya. Para peneliti memeriksa kerangka manusia tersebut, kerangka yang ditemukan mengenakan pakaian yang tampak mahal dan sangat mengesankan. Dari penemuan tersebut diketahui bahwa makam yang diteliti ialah makam kerajaan seorang raja maya.
Penemuan makam raja maya yang dilakukan para peneliti ini diperkirakan bahwa sang raja berumur lebih dari 50 tahun saat meninggal. Pada kerangka tulangnya dapat dilihat tulang-tulang yang luar biasa cerah dan kemerahan, ini merupakan hal yang tidak biasa. Warna tersebut ditimbulkan oleh suatu zat yang disebut cinnabar, mineral bewarna merah yang dipercaya bangsa maya sebagai sesuatu yang keramat. Mereka melapisi tubuh mayat dengan cinnabar sebelum proses penguburan. Dari temuan makam raja tersebut peneliti mencoba meneliti bentuk tulang dari kerangka tersebut, maka dapat disimpulkan dari bentuknya membuktikan bahwa “raja” itu sebenarnya ratu.
Makam yang ditemukan itu terletak dalam sebuah bangunan yang disebut Margarita. Margarita berdiri di dasar anak bukit yang dikenal akropolis. Akropolis adalah serangkaian monumen yang dibangun di atas monumen lain.
Di kota-kota maya ditemukan lapangan  bola yang berhubungan dekat dengan ritual dan upacara pengurbanan. Lapangan dibentuk seperti huruf I kapital dan dikelilingi barisan kursi penonton. Pada patung dan lukisan menggambarkan para pemain memakai ikat pinggang pelindung dan bantalan lutut siku.
Bangsa maya memberikan persembahan kepada para dewa termasuk kurban manusia. Ilmuan berpendapat bahwa yang dikurbankan itu, adalah tawanan perang. Ada jugaang berpendapat bahwa bangsawan maya mengorbankan darah mereka sendiri dan menindik mereka dengan tulang atau duri.
Temuan selanjutnya ialah makam kerajaan Palenque. Makam tersebut dilihat dinding-dindingnya berkilauan, dan lantainya merupakan lemengan batu yang dipahat.  Tetapi setelah dilakukan penelitian lagi oleh arkeolog, lempeng batu tersebut bukanlah lantai, melainkan penutup peti yang di dalam peti tersebut terdapat kerangka manusia dan barang-barang berharga. Ratusan parang berharga tersebut terbuat dari batu giok, material tersebut yang dihubungkan dengan kerajaan. Setelah dilakukan penelitian bahwa kerangka tersebut adalah Pacal, yang berkuasa di Palenque antara 615-683 M.
Penemuan makam ini merupakan penemuan menakjubkan, karena  makam inilah salah satu makam pertama yang ditemukan dalam bangunan piramida maya. Piramida tersebut dibangun untuk menghormati Pacal. Di lokasi lainya juga ditemukan pemakaman raja-raja serupa. Penguasa-penguasa tersebut bukan hanya sekedar raja, mereka juga dihubungkan dengan para dewa. Para raja dan ratu sering mengiris bagian tubuh mereka dan dipersembahkan untuk para dewa. Keluarga kerajaan merupakan inti dari upacara yang dipercaya dapat membuat dewa bahagia  dan rakyat sejahtera, hal ini dgambarkan pada ukiran-ukiran dan lukisan.
Selanjutnya Gua merupakan sumber air bagi kota-kota dan desa-desa Maya. Namun fungsi mereka lebih dari sekedar sumur. Bagi bangsa Maya , gua-gua tersebut merupakan jalan masuk kea lam baka. Bangsa spanyol yang pernah mengunjungi Maya pada awal abad ke- 16  melaporkan bahwa barang-barang berharga di lemparkan ke dalam cenote ( gua) dan juga manusia yang di jadikan kurban. Mereka merupakan persembahan bagi dewa hujan, Chac, yag di duga tingga di dalam gua itu.


Sistem Bahasa
Para arkeolog Maya kuno mempunyai satu kenyataan bahwa dalam kehidupan bangsa Maya kuno, mereka berbicara dalam banyak bahasa, tetapi mereka hanya memiliki satu sistem aksara. Aksara tersebut mengenali simbol-simbol yang disebut sebagai glif. Glif merupakan aksara yang digunakan bangsa Maya kuno sebagai sistem tulisan pertama yang diciptakan di benua Amerika. Meskipun mereka mempunyai bahasa yang berbeda ketika berbicara, namun bahasa-bahasa mereka berhubungan, tapi tidak terlalu mirip.
Bahasa Maya merupakan suatu rumpun bahasa yang digunakan di Mesoamerika dan Amerika Tengah bagian utara. Bahasa ini digunakan paling tidak oleh 5 juta penduduk asli Maya, terutama di Guatemala, Meksiko, dan Belize. Pada tahun 1996, Guatemala secara formal mengakui 21 nama jenis bahasa Maya dan Meksiko mengakui delapan jenis lainnya.
Sistem Organisasi Kemasyarakatan
Para peneliti selanjutnya mendapatkan informasi tentang sejarah raja-raja kota yang paling lengkap dalam peradaban maya. Artefak yang dikenal sebagai Altar Q dipahat dengan gambar 16 penguasa-garis raja-raja yang menguasai copan sejak awal 400-an. Dan peneliti percaya bahwa jasad ratu yang ditemukan tersebut bisa jadi merupakan  ibu suri seluruh dinasti penguasa copan, yang diperkirakan ia adalah istri penemu garis kerajaan, K’inich Yax K’uk’ Mo, ia merupakan raja yang terkenal di Copan.
Pada tahun 1997 para arkeolog mengali terowongan ke dalam akropolis , dan menemukan makam keluarga kerajaan pada kedalaman 15 m dibawah rerumputan, dan ditemukan kerangka seorang pria yang dikubur bersama mendali giok/ornamen dada yang terlihat dipakai K’inich Yax K’uk’ Mo di dalam pahatan yang ada di Altar Q.
Copan berdiri di ujung barat dunia peradaban maya, Honduras barat. Di copanalah terdapat kerajaan yang memerintah sekitar 20.000 jiwa. K’inich Yax K’uk’ Mo memperkenalkan copan pada pengaruh dari kota Teotihuacan. Teotihuacan merupakan kota terbesar di Amerika sebelum ditinggalkan penduduknya sekitar  tahun 600. Tanda-tanda pengaruh Teotihuacan ditemukan di sebagian besar ibukota peradaban maya. Banyak temuan yang diperkirakan berasal dari Teotihuacan yang tidak ada diwilayah  Maya.


Sistem Pengetahuan
Kalender Maya merupakan sistem kalender yang disusun oleh sebuah peradaban yang dikenal dengan nama Maya. Kalender ini diciptakan pada masa Baktun ke-6 (sekitar tahun 747-353 SM). Puncak kejayaan peradaban Suku Maya terjadi sekitar tahun 250-900 M. Suku Maya menjadikan kalendernya sebagai acuan dan ukuran dalam menentukan hampir setiap kejadian yang mereka alami. Mereka juga memandang kalendernya sebagai bentuk visual terhadap perjalanan waktu yang menggambarkan bagaimana kehidupan itu berlangsung.
Hingga saat ini setidaknya ada 20 sistem penanggalan Suku Maya dan 15 sistem telah disebarkan ke berbagai tempat untuk dipelajari, sementara 5 sistem lagi masih dirahasiakan oleh para pemangku adat Suku Maya. Ke-15 macam sistem kalender tersebut mencatat pergerakan matahari, bulan, planet-planet yang terlihat, masa panen, dan bahkan siklus kehidupan serangga. Penanggalan Suku Maya yang cukup terkenal adalah Kalender Tzolkin (Tzolk'in) yang berumur 260 hari dan Kalender Haab (Ha’ab) yang berumur 365 hari. Gabungan dari 2 penanggalan ini akan berakhir setelah 52 Haab atau sekitar 52 tahun Kalender Gregorian. Selain itu ada Kalender Hitung Panjang (Long Count) yang berumur 13 Baktun (siklus) atau jika dihitung menurut Kalender Gregorian lebih dari 5.126 tahun, yaitu dimulai pada tanggal 11 Agustus 3114 Sebelum Masehi (Kalender Gregorian) atau 6 September 3113 Sebelum Masehi (Kalender Julian) hingga berakhir pada tanggal 21 Desember 2012 Masehi (Kalender Gregorian). Sistem Perhitungan Panjang ini menggunakan basis perhitungan 20, sedangkan kalender modern saat ini menggunakan basis perhitungan 10. Adapun lama waktu 1 Baktun adalah 144.000 hari.
Sistem Peralatan dan Tekonologi
Jika dilihat dari peninggalan peninggalan-peninggalan suku Maya kuno, yang berupa bangunan-bangunan (piramida dan kuil-kuil), patung-patung, glif, dan altar sekiranya kita dapat merumuskan teknologi yang bagaimana dalam masa-masa tersebut dimungkinkan pada orang-orang Maya kuno sudah mengenal teknologi modern, yaitu sudah mengenal teknologi pahat dan ukiran dalam pembuatan patung-patung, teknik penataan bangunan yang sudah tersusun secara rapi.
Suatu petunjuk terletak hampir 320 km dari copan, didaratan rendah Guatemala utara yang disebut Peten. Pada awal periode klasik, daerah tersebut merupakan pusat kota bangsa maya. Di antara pusat-pusat kota yang berkembang saat itu, ada satu ibukota Maya yang paling berpegaruh : Tikal. Lebih dari 100 arkeolog terbang ke area hutan hujan. Penggalian yang dilakukan arkeolog menemukan lebih dari 500 bangunan di lokasi seluas 65 km persegi yang pernah didiami oleh 45.000 jiwa, temuan ini mempermudah para ahli membuat alur waktu kota tersebut. Pada awalnya sebelum 600 SM, kota tersebut merupakan desa pertanian. Lima ratus tahun kemudian beberapa monument Akropolis Utara digunakan untuk pemakaman. Temuan tulang-tulang disana lebih kuat dari sebagian bangsa maya. Hal tersebut menunjukan bahwa kelas bangsawan yang makanannya lebih sehat dari pada masyarakat kebanyakan.
Pada abad kedua masehi, Tikal telah menjadi pusat kota yang penting. Penduduk Tikal telah mengenal abjad sejak 292 M.
Tikal terus berkembang , berkat hubungannya dengan Teotihuacan, baik melalui perdagangan maupun kekuatan militer. Pada tahun 562, Tikal kalah bertempur dan mengalami kekacauan. Kota-kota lainnya mengalami krisis. Teotihuancan juga dihancurkan, namun kekuasaa Tikal kembali. Pada akhir abad ketujuh, kuil-kuil tikal dibangun sangat megah dari sebelumnya bahkan lebih tinggi dari hutan hujan disekitarnya.
Pada bagian dalam Piramida arkeolog mencoba masuk hingga ke anak tangga terbawah , di dalam ruanga kecil ditemukan penuh dengan batu giok, keramik dan persembahan lain untuk dewa. Kemudian parakeolog merobbohkan dinding setebal 3,5 m di dalamnya terdapat peti batu dengan enam tulang remaja di dalamnya, mereka ini di duga telah di kurbankan. Diperkirakan mereka dibunuh untuk menjaga raja di alam baka.
Bangsa Maya seperti telah mempraktikkan teknik berladang tebang bakar sepanjang sejarah mereka. Tetapi masyarakat di kota-kota mereka tumbuh sangat cepat sehingga metode pertanian tebang bakar saja tidak akan memberikan makanan yang cukup bagi seluruh masyarakat. Para petani harus menemukan cara lain untuk meningkatkan hasil produksi. Salah satunya dengan membangun sengkedan atau undakan datar di sisi bukit. Sistem sengkedan itu memberikan lahan yang lebih banyak untuk tanaman  dan juga membantu mencegah tanah longsor  dari sisi bukit akibat hujan. Bukti adanya bentuk pertaniana lain yang di gunakan orang Maya muncul pada 1960-an. Ahli geografi dari Kanada , Alfred Siemens menggunakan fotografi angkasa untuk mempelajari daerah barat daya Yucatan di Meksiko.
Selain itu di sepanjang lembah sungai berawa, bangsa Maya telah menubah rawa menjadi area pertanian dengan menggali dan menumpuk tanah yang subur untuk membuat petak lahan yang lebih tinggi dari permukaan tanah sebelumnya.  Pada area kering seperti di pantai Yucatan, bangsa Maya menggunakan irigasi untuk pertanian dan juga untuk memberikan persediaan air yang cukup. Ada kanal yang lebarnya 92 m dan panjangnya 115 km
Sistem mata pencaharian
Pada umumnya, bangsa Maya adalah petani, hal itu didasarkan pula pada dewa jagung maya dalam lukisan moral yang ada di San Bartolo. Namun, seiring dengan penemuan arkeolog disepanjang pantai, ternyata bangsa Maya juga merupakan pedagang dan pelaut terlatih.
Catatan kehidupan bangsa maya dapat dilukiskan pada mural-mural di Bonampak.  Mural-mural Bonampak dibuat tahun 791 M. mural tersebut mengambarkan kejadian nyata seorang raja memperkenalkan puteranya kepada masyarakat sebagai penerusnya. Dari temuan mural ini ilmuwan berpendapat bahwa bangsa maya merupakan petani-petani yang hidup damai, serta gambaran kehidupan sosial bangsa maya.
Meskipun berada di pusat kota hutan hujan, kehidupan bangsa Maya bergantng pada pertanian, tetapi tidak selalu di lahan terbuka. Para petani Maya mengolah hutan. Mereka menyiangi gulma hutan atau menebang pohon-pohon untuk membantu pertumbuhan tanaman pangan.   Hutan itu juga didiami binatang-binatang yang diburu untuk dimakan seperti rusa, armadillo, dan burung. Bangsa Maya  tidak memelihara binatang keculi aning, bebek, dan kalkun . semua binatang tersebut di konsumsi. Sumber pangan utama lainnya adalah sungai atau pantai dekat laut. Tulang-tulang dan tumpukan kerang menunjukkan ikan dan kerang  adalah makanan yang paling banyak di konsumsi bangsa maya. Dan tanaman utama bangsa Maya adalah Jagung.
Sistem Kesenian
Bangsa maya menggambarkan suatu kejadian dalam bentuk lukisan-lukisan yang terdapat pada dinding-dinding yang ditemukan oleh para ahli, seperti lukisan yang berasal dari Bonampak yang menggambarkan adegan penguasa kota yang sedang membunuh para tawanan atau pulah mural yang mengambarkan ketika seorang raja mempekenalkan putranya kepada masyarakat sebagai penerusnya.
Selain itu seni memahat batu dan menjadikan glif yang biasa disebut stelae juga sering dilakukan oleh orang-orang bangsa Maya.

suku Aztek Amerika



Pengantar
Suku Astek tiba di Meksiko Tengah dari utara pada abad ke 12. Perlahan mereka membangun kekuatan. Mereka membangun imperium raya mulai pertengahan abad ke 15 dengan sekutu-sekutunya. Pada puncak kejaaannya, imperium itu menguasai suatu daerah yang luasnya 300.000 km2 dan mengumpulkan upeti dari jutaan orang. Ibu kota kekaisaran Aztek adalah Tenochtitlan, dibangun di atas pulau Danau Texcoco. Pulau itu luasnya 10 km2 dan terhubung dengan daratan lewat tiga pematang yang lapang. Bangunan-bangunan di pusat kota diwarnai dengan turap merah, hijau, pirus, dan kuning. Sebuah akuaduk memasok kota itu denan air minum segar sementara banyak perahu membawa makanan dan barang-barang lainnya dari pantai ke pasar-pasar yang ramai. Mexico City dibangun di atas reruntuhan Tenochtitlan (Montezuma II).
Kolonisasi Spanyol di Amerika mencapai daratan selama pemerintahan Kwik tlatoani, (Montezuma II). Dalam 1521 Hernan Cortes dan pasukan sekutu Amerika Indian yang jauh kalah jumlah suku Aztec membela, menaklukkan Aztec melalui perang kuman, pengepungan, perang psikologis, dan memerangi langsung.
Sejarah
            “Aztek” pertama kali digunakan oleh seorang penjelajah abad ke 18 dan menjadi populer pada abad ke-19. “Aztek” berarti oarang-orang Aztlan, yang mengacu pada tanah air milik bangsa Aztek. Namun nyatanya imperium Aztek terdiri dari kelompok-kelompok yang berbeda.
            Penduduk Tenochtitlan, misalnya, menyebut diri mereka Tenocha, Mexica, atau Mexicacolhua. Imperium tersebut juga berisi bangsa Acolhua dari texcoco, bangsa tepanec dari Azcapotcalzoo, bangsa Chalca, xochimilca, Tlahuica, dan bangsa-bangsa lainnya. Jadi nama Aztek keliru dalam banyak hal. Oleh karena itulah ketahui oleh sebagian besar orang, para ahli tetap menggunakannya. Namun harus diingat bahwa nama Aztek adalah semacam jembatan keledai, dan namun itu sebenarnya mengacu pada bangsa-bangsa dari Imperium tersebut.
     Di sebuah pulau di danau Tecoco, bangsa Aztec memperoleh semacam wangsit karena telah melihat seekor elang dengan seekor ular dimulutnya, yang sedang bertengger pada pada sebatang kaktus. Karena menganggap hal tersebut sebagai pertanda gaib, para pendeta mengikrarkan bahwa pulau tersebut telah dipilih untuk bangsa Aztec oleh dewa-dewa mereka. Distulah mereka membangun kota Tenochtitlan. Mereka memperluas kota tersebut dengan membuat rakit-rakit yang terbuat dari anyaman ranting dan rotan yang uruk tanah dan tanaman. Di daerah danau ini mereka mengembangkan pertanian yang bersifat primitif. Kota Tenocthitlan yang didirikan oleh bangsa Aztec kemudian berkembang menjadi pusat kegiatan ritual. Bangunan pemujaan berbentuk piramid banyak didirikan.

Letak Geografis
Kekuasaan suku Aztec berpusat di Tenochtitlan (sekarang  Meksiko city) yaitu sebuah pulau yang berada di tengah-tengah danau tezoco
Kekuasaan aztek meluas dari utara sampai ke teluk yang sekarang bernama telukmeksiko, kemudian dari timur sampai lerma, ke selatan sampai sudra pasifik dan ke barat sampai san Lorenzo
            Empat Bangsa Utama Dari Meksiko Tengah
1.      Olmec (sekitar 1200-400M)
Bangsa Olmec adalah pendiri peradaban besar pertama Mesomerika, kota-ota mereka muncul dikawasan pantai Teluk Meksiko mulai abad ke-2 SM. Bangsa Olmec merupakan pembuat patung yag piawai, baik karya monumental raksasa berbobot beberapa ton maupun benda-benda kecil yang pas dipegang tangan. Arsitektur monumental, kepercayaan, kalender, dan sistem tulisan bangsa Olmec mempengaruhi semua kebudayaan Mesoamerika kelak. Alhasil, perdaban mereka dianggap sebagai “kebudayaan induk” daerah tersebut.
2.      Teotihuacan ( sekitar 150-750 M)
Selama 900 tahun, merupakan sebuah kota luas yang mencakup 20 km2 dengan 100 – 200 ribu penduduk. Kala itu Teotihuacan adalah kota terluas di benua Amerika. Teotihuacan punya pengaruh yang luas di seluruh Mesoamerika. Kota ini merupakan perdagangan yang maju dengan pesat, tempat banyak kerajinan dibuat. Teotihuacan secara misterius ditinggalkan pada abad ke-8.
3.      Toltec (950-1150)
Setelah keruntuhan teotihuacan, banyak negara kota-kota kecil beradu kekuatan demi kepuasan di Meksiko Tengah, bangsa Toltec secara perlahan berkuasa. Ibukota mereka berada di Tula, sekitar 56 km di utara Teitihuacan. Bangsa Toltec mempraktikan upacara kurban manusia dalam skala besar dan memilki budaya petarung. Pada abad ke-12, kiul-kuil mereka dihancurkan dan kota ditinggalkan.
4.      Imperium Aztek(1430-1521)
Bangsa aztec tiba di Meksiko tengah dari utara abad ke-12. Perlahan mereka menghimpun kekuatan. Dari ibukota mereka, teochtitlan, bangsa Aztek berkembang membangun imperium raya mulai pertengahan abad ke-15 dengan bantuan sekutu-sekutunya. Pada puncak kejayaanya, imperium itu menguasai suatu daerah yang luasnya 300 ribu km2, dan mengumpulkan upeti dari jutaan orang.
TUJUH UNSUR KEBUDAYAAN AZTEK
1.      Sistem Religi atau kepercayaan
Bangsa Aztek juga dikenal sebagai penganut politheis yang dimana bangsa aztek memuja banyak dewa, beberapa contohnya adalah, dewa Tlatecuhtli yang berarti dewa utama Aztek, kemudian patung Coacticlue yang berarti dewi utama bagi bangsa Aztek, Huitzilopochtli yang berarti dewa perang (membawa kemenangan bagi bangsa Aztek yang membuat mereka bisa memperluas imperium mereka), dewa hujan yang memastikan agar tanah diairi untuk menanam jagung dan bahan pangan lainnya guna menghidupi masyarakat Aztek.
Elang dan jaguar adalah hewan yang penting bagi bangsa Aztek, mereka menganggap elang sebagai pemburu terhebat diudara dan jaguar sebagai pemburu terhebta di darat. Para prajurit terbaik dalam militer Aztek masuk komunitas khusus bernama Ksatria Elang dan Ksatria Jauguar. Ruangan di Minalco mungkin diguanakn dalam upacara-upacara guna menyambut para prajurit muda masuk ke dalam komunitas ini raja Aztek duduk di atas singgasana berukiran seekor jaguar, sehingga adanya ukiran jaguar memberi petunjuk bahwa sabg raja sendiri menghadiri ritual.
Tradisi sekaligus kepercayaan yang mengerikan tentang Aztek adalah tradisi membunuh tawanan. Penjelajah spanyol, Rahib Bernardio menuliskan, bahwa tawanan berbaring di atas sebuah batu sementara para pemimpin ritual memegangi lengan dan kaki mereka. Kemudian pemimpin ritual yang lain melubangi dada si korban dan menarik keluar jantungnya dengan sangat cepat sehingga jantungnya masih berdetak. Tubuh korban kemudian digulingkan dari keluar dari tepi piramida sampai ke dasar. Para ahli berpendapat bahwa salah satu alasan utama bangsa astek sering pergi berperang adalah untuk menangkap tawanan yang cukup agar tetap bisa mengadakan upacara kurban bagi Heuitzilopochtli. Jika mereka tidak bisa melanjutkan kurban, bangsa Aztek percaya Imperim mereka akan runtuh.
Tradisi dalam tentara atau prajurit Aztek dalam latihan awal harus bekerja sama denagn petarung muda lain untuk menangkap seorang tahanan. Tawanan itu kemudian dibunuh, dan para prajurit kemudian memakan bagian tubuhnya sebagai ritual. Dilanjutkan prajurit bertarung sendirian, berusaha mendapatkan tawanan. Status seorang prajurit akan naik jika mendapatkan lebih banyak tawanan.
2.      Sistem Pengetahuan
Bangsa Aztek memilki sistem pendidikan dan ilmu pengobatan yang jauh lebih baik daripada yang dimilki bangsa Spanyol. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya Kodeks Badianus ditulis pada 1552 oleh Martinus yang merupakan dokter Aztek. Kodeks itu memuat resep berilustrasi untuk pengobatan herbal.
Bangsa Aztek juga memilki ketrampilan dalam bidang rancang bangun. Pengetahuan di bidang teknik bangunan mereka membuat bangunan dengan menggunakan batu yang bernama Tazontle, dengan berat yang sangat ringan, untuk mengurangi berat bangunan. Tazontle digunkan sebagai bahan utama bangunan, yang kemudian dilapisi dengan batu yang keras seperti basal. Para pembangun juga membuat fondasi yang dalam. Mereka memancangkan tiang kayu pancang berukuran hingga 10 m ke dalam tanah guna membuat dasar yang kukuh untuk konstruksi.
3.      Sistem Organisasi masyarakat
Bangsa Aztek merupakan suatu masyarakat tertata yang sebagian besar warganya tinggal di kota-kota. Beberapa warga kota bertugas sebagai pejabat pemerintahan, pendeta, atau prajurit.
Para penguasa berada di tingkat terartas dari masyarakat yang terbagi atas lapisan yang jelas. Masyarakat yang paling utama antara lain prajurit, pemimpin keagamaan, dan pejabat yang menjalankan imperium. Mayoritas penduduk adalah masyarakat petani. Sesuai dengan catatan bangsa Spanyol, masyarakat aztek dibentuk untuk menghasilkan prajurit. Mereka memuliakan peperangan dan memilih mati dalam peperangan atau menjadi tawanan yang dikurbankan pada para dewa.
Terdapat pula banyak budak disana, beberapa orang menjadi budak sebagai hukuman atas suatu kejahatan, namun kebanyakan dari mereka menjual diri demi mendapatkan uang untuk keluarga mereka atau membebaskan diri dari utang. Para para budak seringkali memegang posisi-posisi kekuasaan, bahkan mereka bisa memilki budak sendiri.
Kelompok paling penting di masyarakat Aztek antara lain adalah penyembuh.
4.      Sistem Ekonomi
Pada 400 M, Teotihuacan merupakan kota yang meingkupi 21 km2. Penemuan artefak, batu-batu permata dan logam mulia menunjukan bahwa kota itu merupakanpusat perdagangan. Sebuah akuaduk memasok kota itu dengan air segar, sementara banyak perahu membawa makanan dan barang-barang lainnya dari pantai ke pasar-pasar yang ramai, bahkan bangsa Spanyol yang telah melihat kota-kota besar seperti Roma di Italia mengakui bahwa mereka tak pernah menjumpai kota seperti Tenochtitlan. Golongan khusus pedagang, disebut pochteca, berdagang dengan daerah yang bangsa Aztek sebut Daratan Panas. Mereka melakukan perjalanan dengan karavan ke selatan sejauh ketempat yang kini adalah Panama. Perjalan mereka bisa bertahun-tahun, dengan para buruh angkut yang membawa barang muatan 48-65 km setiap hari. Para pedagang membawa pulang batu Giok hijau, tempurung kura-kura dan makhluk laut lain, kulit jaguar, serta bulu-bulu burung yang berkilauan, barang-barang mewah bagi penguasa imperium.
Para bangsa Aztek juga memperdagangangkan tekstil tenun yang diperdagngankan di pasar untuk mendapatkan barang-barang seperti garam dan tembikar yang dilukis.barang-barang semacam itu terkadang diimpor melewati jarak yang cukup jauh. Garam berasal dari Lembah Meksiko, misalnya, dan perunggu dari Meksiko barat. Pachuca dan Otumba merupakan penghasil utama obsidian.
Benda penting lain dalam perdagangan adalah kertas. Kertas digunakan untuk menghasilakan kodeks Aztek. Di beberapa rumah, Smith menemukan peralatan yang digunakan untuk memukul-mukul kulit pohon menjadi lembaran-lembaran tipe untuk membuat kertas. Ia juga menemukan sisa cat yang dibuat bagi para perajin guna mewarnai kodeks.
Para petani juga mampu menghasilkan tanaman pangan dan barang-barang lain yang takhanya cukup untuk membayar upeti, tetapi juga untuk perdagangan bagi mereka sendiri. Mereka juga memiliki teknik sendiri dalam pertanian, mereka membangun “taman mengambang” di danau Tetzcoco. Mereka menumpuk tanah di atas rakit, tempat mereka menanam tanaman pangan dan pepohonan. Dari waktu ke waktu, akar tanaman tumbuh ke bawah melewati rakit ke dasar danau, tempat mereka menahan pulau agar tetap di tempat.
5.      Sistem Teknologi
Pekerja Aztek menggunakan peralatan yang telah digunakan selama berabad-abad oleh para pembangun kota lainya di Mesoamerika, seperti kapak, palu, dan pahat yang terbuat dari obsidian, batu keras berwarna hitam. Mereka membuat lubang dengan bor bermat kuarsa, batu yang cukup keras untuk mengukis batu yang lain. Di utara kota, para pekerja memasukan baja ke dalam celah di permukaan batu. Mereka kemungkinan memindahakn bongkahan itu ke kota dengan menggunakan penggelinding yang terbuat dari batang pohon atau dengan penggeret yang mereka tarik dengan menggunakan tali. Mereka juga membawanya lewt sungai dengan menggunakan tongkong.
6.      Sistem Bahasa
Bangsa Aztek tidak mempunyai sisitem abjad atau tulisan seperti yang kita ketahui. Mereka mengandalkan komunikasi lisan untuk menyampaikan informasi dari generasi ke generasi. Mereka juga menciptakan catatan yang dikenal sebagai Kodeks (naskah kuno yang berupa tulisan tangan). Kodeks tersebut berupa lembaran kulit rusa atau kulit kayu yang dilipat seperti buku. Kodeks tersebut berisi simbol-simbol yang digambar, disebut Gilf, yang melambangkan hal-hal tertentu seperti tanggal atau nama tempat. simbol-simbol itu juga merepresentasikan mitos, legenda, dan dewa-dewa. Setelah bangsa Spanyol menaklukan bangsa Aztek pada 1521, mereka menghancurkan sebagian besar kodeks karena berhubungan dengan kepercayaan bangsa Aztek yang ingin mereka ganti dengan agama Kristen.
7.      Sistem Kesenian
Dalam kesenian bangsa Aztek memilki ukiran-ukiran raksasa seperti halnya patung-patung parjurit, dikenal sebagai Atlantes, berdiri di atas piramida di Tula. Penemuan selanjutnya adalah berupa sebuah kepala dari batu dengan tinggi hampir 1,5 m dan berat 7,2 ton. Wajah kepala itu memilki mata yang membelalak, hidung pesek, serta menegnakan sesuatu yang mungkin adalah helm, patung ini di temukan pada tahun 1862 oleh seorang pekerja yang sedang membersihkan suatu lapangan di Tres Zapotes. Situs yang diberi nama San Lorenzo itu bersal dari sekitar 1200-900 SM jauh sebelum kebudyaan perkotaan apa pun dibenua Amerka. Permukiman tersebut merupakan pusat peradaban Olmec, yang kebudayaanya mempengaruhi bangsa-bangsa di Mesoamerika kelak, Kalender Aztek misalnya didasarkan pada elnder Olmec.
Pada tahun 2006, para ahli menemukan suatu Loh batu yang mingkin menggambarkan sistem tulisan Olmec. Loh tersebut diukir dengan deretan 62 simbol, seperti tulisan modern. Beberapa ahli berpikir bahwa loh itu mungkin barang tiruan.
Dalam bidang kesenian juga bangsa aztek mempunyai penyair-penyair salah satunya penyair Aztek yang tak dikenal menulis sebuah puisi pilu tentang ibukota itu dalam bahasa Nahuatl : “kami telah memukul-mukulkan kepala kami pada dinding batako dalam keputusasaan, demi warisan kami, kota kami, musnah dan mati”